LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK
II
PERCOBAAN 11
Uji Karbohidrat
Dosen pengampu : Dr. Drs.
SYAMSURIZAL , M.Si
Disusun Oleh:
ERMA JOHAR A1C118031
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII.DATA
PENGAMATAN
Uji Mollish
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Dimasukkan 2 ml masing-masing sampel kedalam
tabung reaksi dan ditambahkan H2SO4 melalui bibir tabung sampai
terbentuk cincin ungu pada tabung reaksi Tabung 1 : Laktosa Tabung 2 : Sorbitol Tabung 3 : Sukrosa Tabung 4 : Kanji |
Untuk mengetahui apakah terdapat kandungan
karbohidrat dari masing-masing sampel yang ditandai timbulnya warna ungu
(cincin ungu) pada tabung reaksi |
Tabung 1 : terdapat cincin ungu di dalam
tabung reaksi Tabung 2 : terdapat sedikit cincin ungu dalam
tabung reaksi Tabung 3 : terdapat cincin ungu di dalam
tabung reaksi Tabung 4 : terdapat cincin ungu sedikit
sekali |
Uji Benedict
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Disiapkan
4 tabung reaksi yang sudah diberi label masing-masing sampel |
Pemberian
label agar memudahkan peneliti mengamati sampel |
Disiapkan
4 tabung reaksi yang sudah diberi label masing-masing sampel |
|
2. |
Dimasukkan
8 tetes masing-masing larutan sampel kedalam 4 tabung reaksi sesuai dengan
label yang telah diberi tadi menggunakan pipet tetes Sampel
1 : Terigu 1% Sampel
2 : Gula Tropicana Slim 1% Sampel
3 : Gula Pasir 1 % Sampel
4 : Madu 1 % |
Untuk
dilakukannya uji benedict pada 4 sampel yang kita gunakan |
- |
|
3. |
Ditambahkan
5 ml fraksi benedict kedalam masing-masing tabung reaksi yang sudah berisi
bahan yang akan diuji |
Larutan
benedict digunakan untuk menguji keberadaan gula pereduksi dalam suatu sampel |
Warna
4 sampel sebelum dilakukannya pemanasan yakni berwarna biru |
|
4. |
Didihkan
masing-masing sampel dalam penangas air selama 5 menit |
Fungsi
pemanasan menggunakan penangas air yakni untuk mempercepat proses reaksi
sehingga perubahan warna akan cepat terbentuk |
- |
|
5. |
Biarkan
sampel menjadi dingin dan amati perubahannya |
Untuk
mengetahui perubahan warna yang terjadi |
Sampel
1 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru) Sampel
2 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru) Sampel
3 : Adanya perubahan warna menjadi biru kehijauan (Positif
mengandung Gula Pereduksi) Sampel
4 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru) |
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Disiapkan
bahan 1. Singkong
Uji
Iodium rebus 2. Mie
instan ditumbuk halus 3. Roti 4. Biskuit yang
sudah di tumbuk 5. Selai
kelapa 6. Potongan
apel Diteteskan 1-2
tetes betadine kepada masing-masing bahan |
Betadine
digunakan untuk menguji keberadaan karbohidrat pada masing-masing bahan |
Betadine
mulai terserap kedalam masing-masing bahan |
|
2. |
Didiamkan
beberapa saat |
Didiamkan
agar betadine benar-benar terserap oleh bahan yang di uji |
1. Pada
singkong rebus terdapat warna biru tua kehitaman (Positif mengandung
Karbohidrat) 2. Pada
mie terdapat warna hitam atau biru kehitaman (Positif
mengandung Karbohidrat) 3. Pada
roti terdapat warna hitam (Positif mengandung Karbohidrat) 4. Pada
biskuit terdapat warna hitam (Positif mengandung Karbohidrat) 5. Pada
selai kelapa terdapat warna hitam atau ungu tua (Positif
mengandung Karbohidrat) 6. Pada
apel menjadi warna biru tua tetapi hanya sedikit perubahan warna yang
terjadi (Positif mengandung Karbohidrat) |
VIII. PEMBAHASAN
Karbohidrat termasuk salah satu zat yang
paling yang sangat diperlukan bagi tubuh karena digunakan sebagai sumber energi
paling utama selain vitamin dan protein.Hal ini sesuai dengan
pendapat Noor (2011) bahwa karbohidrat yaitu senyawa organik terdiri dari unsur
karbon, hidrogen, dan oksigen. Terdiri atas unsur C, H, O dengan perbandingan 1
atom C, 2 atom H, 1 atom O. karbohidrat banyak terdapat pada tumbuhan dan
binatang yang berperan struktural & metabolik . karbohidrat merupakan
sumber energi dan cadangan energi, yang melalui proses metabolisme.
8.1 Uji Molisch
Kita lakukan uji mollish terlebih dahulu.Uji molisch adalah uji
umum untuk karbohidrat. uji ini sangat efektif untuk senyawa-senyawa yang dapat
dihidrolisis oleh asam pekat menjadi senyawa kultural atau senyawa kultural
tersubstitusi seperti hidroksimetil furfural. warna yang terjadi disebabkan oleh
kondensasi kultural atau di derivatnya dengan alfa naftol. Pada praktikum kali
ini uji molisch dilakukan dengan memasukkan 2 mili masing-masing sampel ke
dalam tabung reaksi dan ditambahkan asam sulfat melalui bibir tabung sampai
terbentuk cincin ungu pada tabung reaksi. Pada Tabung 1 : Laktosa, Tabung 2 :
Sorbitol, Tabung 3 : Sukrosa, Tabung 4 : Kanji. Fungsi dilakukan perlakuan ini
adalah untuk mengetahui apakah terdapat kandungan karbohidrat dari
masing-masing sampel yang ditandai timbulnya warna ungu pada tabung reaksi.
didapatlah hasil yaitu pada tabung 1 terdapat cincin ungu di dalam tabung
reaksi, lalu tabung 2 terdapat sedikit cincin ungu dalam tabung reaksi.
Selanjutnya adalah tabung 3 terdapat cincin ungu di dalam tabung reaksi , dan
yang terakhir tabung 4 terdapat cincin ungu sedikit sekali.
8.2 Uji Benedict
Kemudian
kita lakukan uji benedict. Uji Benedict atau tes Benedict dilakukan untuk
menunjukkan adanya monosakarida dan gula pereduksi. tembaga sulfat dalam reagen
benedict akan bereaksi dengan monosakarida. pada perlakuan yang pertama adalah
dimasukkan 8 tetes masing-masing larutan sampel ke dalam 4 tabung reaksi sesuai
dengan label yang telah diberi menggunakan pipet tetes di mana
Sampel
1 : Terigu 1%
Sampel
2 : Gula Tropicana Slim 1%
Sampel
3 : Gula Pasir 1 %
Sampel
4 : Madu 1 %
Dilakukannya
perlakuan ini bertujuan untuk dilakukannya uji Benedict pada 4 sampel yang
berbeda lalu ditambahkan 5 mili fraksi Benedict ke dalam masing-masing tabung
reaksi tadi yang sudah berisi bahan yang akan diuji tujuannya ini adalah larutan
Benedict ini digunakan untuk menguji keberadaan gula pereduksi dalam suatu
sampel dengan hasil warna 4 sampel sebelum dilakukan pemanasan yaitu yakni
berwarna biru. lalu perlakuan selanjutnya adalah mendidihkan masing-masing
sampel dalam penangas air selama 5 menit, fungsi pemanasan di sini menggunakan
penangas yakni untuk mempercepat proses reaksi sehingga perubahan warna akan
cepat berbentuk. lalu dibiarkan sampel tersebut menjadi dingin dan diamati
perubahannya tujuan disini adalah untuk mengetahui perubahan warna yang terjadi
di mana pada sampel 1 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru), sampel
2 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru), sampel 3 : Adanya perubahan
warna menjadi biru kehijauan (Positif mengandung Gula Pereduksi) dan
sampel 4 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru).
8.3 Uji Iodium
Dan
uji terakhir yaitu uji iodium. Kami menggunakan bahan yaitu : Singkong
rebus, Mie instan ditumbuk halus, Roti, Biskuit yang sudah di
tumbuk, Selai kelapa 6. Potongan apel. Lalu diteteskan 1 sampai
2 tetes betadin kepada masing-masing bahan tujuan digunakan Betadine ini adalah
untuk menguji keberadaan karbohidrat pada masing-masing bahan dengan hasil
betadin mulai terserap ke dalam masing-masing bahan tersebut. lalu perlakuan
selanjutnya adalah didiamkan beberapa saat tujuannya adalah agar Betadine
benar-benar terserap oleh bahan uji di mana pada singkong rebus terdapat
warna biru tua kehitaman (Positif mengandung Karbohidrat), pada
mie terdapat warna hitam atau biru kehitaman (Positif mengandung
Karbohidrat), pada roti terdapat warna hitam (Positif
mengandung Karbohidrat) , pada biskuit terdapat warna
hitam (Positif mengandung Karbohidrat), pada selai kelapa terdapat warna
hitam atau ungu tua (Positif mengandung Karbohidrat) dan pada apel
menjadi warna biru tua tetapi hanya sedikit perubahan warna yang terjadi (Positif
mengandung Karbohidrat)
IX. PERTANYAAN
1.Pada
uji iodium , hasilnya sama-sama positif tetapi ada yang warna nya hitam dan
biru kehitaman. mengapa demikian?
2.Selain
ketiga uji itu, bagaimana cara lainnya untuk menguji uji karbohidrat ?
3.Pada
percobaan ini , diperlukankah pemanasan ?
X.KESIMPULAN
Berdasarkan
percobaan ini dapat disimpulkan bahwa :
1.Karbohidrat
didefinisikan sebagai senyawa dengan rumus molekul Cn(H2O)n.
2.Karbohidrat
merupakan turunan aldehid atau keton dan alkohol polihidroksi atau senyawa
turunan sebagai hasil hidrolisis senyawa kompleks.
3.Karbohidrat
terdiri dari 24 kelompok yaitu monosakarida, oligosakarida, polisakarida dan
disakarida.
4.Semua
monosakarida dan disakarida serta beberapa polisakarida larut dalam air tetapi
tidak larut dalam pelarut organik.
DAFTAR PUSTAKA
Aprilia.
2015. Analisis kualitatif kandungan sakarida dalam tepung dan
pati umbi ganyong. Jurnal pharmaciana. Vol. 5 No.1 . Yogyakarta :
Universitas ahmad dahlan
Endahwati.
2010. Kimia organic jilid II. Jakarta
: Erlangga
Mujiyono.2010. Biokimia jilid II. Jakarta : Erlangga
Nurhamida.2014.
Karbohidrat. Jurnal Ilmu
Keolahragaan. Vol 13 No 2. Medan : UNIMED
Tim
kimia organic II. 2020. Penuntun
praktikum kimia organic II. Jambi UNJA

Baiklah saya Nurhalimah (024) akan mencoba menjawab permasalahan no 3 yaitu pada percobaan ini , diperlukankah pemanasan. Jadi menurut saya itu perlu karena contohny saja pada uji Benedict, dimana disana dikatakan bahwasanya kita harus mendidihkan masing masing sampel. Dimana proses pemanasan itu berfungsi untuk mempercepat terjadi nya reaksi. Terima kasih
BalasHapusBaiklah saya mencoba menjawab nomor 1.menurut saya hal tersebut terjadi karena menunjukan kepekatan sebuah larutan.terimakasih
BalasHapushay erma, saya nabilah zahrah (026) akan mencoba menjawab permasalahan No. 2. selain ketiga uji karbohidrat pada percobaan ini, uji karbohidrat bisa dilakukan dengan uji fehling, uji tollens, uji iod, uji dengan basa kuat, ujireaksi selulosa, dan bisa juga uji dengan reaksi laktosa. terima kasih.
BalasHapus