LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN 9
ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (FLAVONOID)
Dosen pengampu : Dr. Drs. SYAMSURIZAL ,
M.Si
Disusun Oleh:
ERMA JOHAR A1C118031
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII. DATA PENGAMATAN
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Pengamatan |
|
1 |
Bersihkan sampel daun singkong dan dirajang kecil
kecil |
Dibersihkan sampel agar sampel tidak
terkontaminasi dan dirajang kecil2 agar mempermudah proses penjemuran |
- |
|
2 |
Daun singkok selanjutnya dijemur dan diblender |
Proses penjemuran agar serbuk daun singkong tidak
mengandung kadar air sehingga menghindari timbulnya jamur/bakteri yang muncul |
- |
|
3 |
40 gram serbuk daun singkong dimasukkan dalam
panci infus dan tambahkan 240 ml air Didihkan 30 menit pada suhu 1500C |
Untuk memanaskan sampel sehingga memudahkan proses
isolasi |
- |
|
4 |
Disaring menggunakan corong Buchner hingga filtrat
jernih |
Untuk proses penyaringan filtrat |
Terbentuk filtrat berwarna coklat kekuningan
sebanyak 250 ml |
|
5 |
Filtrat disaring menggunakan kertas saring |
Penyaringan berulang agar filtrat lebih jernih |
Adanya larutan berwarna kuning kecoklatan |
|
6 |
Filtrat diletakkan diatas kertas saring dan
dimasukkan kedalam oven |
Untuk dilakukannya proses pengkristalan |
Terbentuk sedikit kristal berwarna putih |
|
7 |
Ditetesi alkohol 96% |
Untuk memurnikan filtrat sehingga terbebas dari
pengotor-pengotor yang tidak ingin diisolasi |
- |
|
8 |
Dilakukan uji KLT |
Untuk memisahkan komponen sampel berdasarkan
perbedaan kepolaran |
Terdapat hasil isolasi senyawa daun singkong
berwarna kuning terang |
VIII. PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini kami melakukan
isolasi flavonoid dengan bahan senyawa dan singkong. Uji flavonoid ini menggunakan pereaksi dan
beberapa teknik untuk dilakukan isolasi. isolasi adalah suatu cara pemisahan suatu komponen dengan
menggunakan pelarut yang sesuai. Flavonoid ini terdapat pada semua tumbuhan sehingga
dapat ditemukan pada setiap
esktrak tumbuhan. Golongan flavonoid dapat digambarkan sebagai deretan senyawa C6-C3-C6.Senyawa flavonoid
menunjukkan bahwa beberapa senyawa golongan flavonoid memperlihatkan aktivitas
seperti antifungi, diuretik antihistamin, anti
hipertensi, insektisida, bakterisida, anti-virus, dan menghambat
kerja enzim. Flavonoid merupakan kandungan khas tumbuhan hijau dan salah satu
senyawa aktif.
Proses perlakuan yang kami lakukan pertama
kali adalah pertama dibersihkan sampel daun singkong dan dirajang kecil kecil,
agar sampel tidak terkontaminasi dan mempermudah proses penjemuran. Kemudian
daun singkong selanjutnya dijemur dan diblender, proses penjemuran agar serbuk
daun singkong tidak mengandung kadar air sehingga menghindari timbulnya
jamur/bakteri yang muncul . lalu 40 gram serbuk daun
singkong dimasukkan dalam panci infus dan tambahkan 240 ml air, didihkan 30
menit pada suhu 150ºC. hal ini dilakukan untuk memanaskan sampel sehingga
memudahkan proses isolasi dan mempercepat reaksi. Kemudian disaring menggunakan
corong Buchner hingga filtrat jernih dan terbentuk filtrat berwarna coklat
kekuningan sebanyak 250 ml, filtrat disaring menggunakan kertas saring,
penyaringan berulang ini agar filtrat lebih jernih lalu terlihat adanya larutan
berwarna kuning kecoklatan dan agar didapatkan yang murni. Filtrat diletakkan diatas
kertas saring dan dimasukkan kedalam oven, hal ini dilakukan untuk proses
pengkristalan dan terbentuk sedikit kristal berwarna putih. Selanjutnya
ditetesi alkohol 96% untuk memurnikan filtrat sehingga terbebas dari
pengotor-pengotor yang tidak ingin diisolasi. Yang terakhir dilakukan uji KLT
untuk memisahkan komponen sampel berdasarkan perbedaan
kepolaran dan
di dapatkan hasil isolasi senyawa daun singkong berwarna kuning terang.
Adapun
sifat kimia flavonoid yaitu :
1.Aglikon
mempunyai sifat kimia senyawa fenol yaitu bersifat agak asam sehingga dapat
larut dalam basa
2.Flavonoid
merupakan senyawa polar yang cukup larut dalam pelarut polar eperti
etanol,methanol,butanol, dan aseton
3.adanya
gula yang terikat pada flavonoid cenderung menyebabkan flavonoid lebih mudah
larut dalam air
4.
Aglikon yang kurang polar seperti isoflavon dan flavanon cenderung mudah larut
dalam eter dan kloroform?
IX. PERTANYAAN
1.Apakah kegunaan dari panic infus?
2.Apa penyebab dari adanya zat-zat pengotor
tersebut ?
3. Bagaimana apabila alcohol yang digunakan
tidak alcohol 96%?
X. KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum
kali ini didapat kesimpulan berupa:
1) Senyawa
flavonoid adalah senyawa polifenol yang mempunyai 15 atom karbon yang tersusun
dalam konfigurasi C6-C3-C6 yaitu dua cincin aromatik yang dihubungkan oleh 3
atom karbon yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga. Flavonoid
terdapat dalam senyawa tumbuhan hijau sehingga dapat ditemukan pada setiap
ekstrak tumbuhan.
2) Untuk
flavonoid, identifikasi yang bisa dilakukan adalah melalui tes shinoda
menggunakan tes FeCl3 dan uji penambahan NaOH. Kadar senyawa ini pada tanaman
tertentu atau pada zat tertentu. Penetapan kadar bisa dilakukan dengan
menggunakan spektrofotometri, KLT.
DAFTAR PUSTAKA
Darusman. 2008. kimia organic jilid 3. Jakarta : Media pustaka
Gunawan. 2019. Isolasi dan identifikasi golongan flavonoid pada ekstrak etil asetat
daun gedi. Jurnal kimia Vol. 13 No 2. Bali : Universitas udayana
sastrohamdjojo. 2009. pengatur kimia organic dan hayati. Bandung : ITB
Sukmawati. 2018. optimasi dan validasi metode analisis
dalam penentuan kandungan total flavonoid pada ekstrak daun ubi.
Manado: UNSRAT
Tim kimia organic II. 2016. Penuntun praktikum kimia organic II.
Jambi : UNJA

Baiklah saya Kelantan (023) akan menjawab permasalahan no.1
BalasHapusPanci infus berguna untuk membuat sediaan bahan obat dalam bentuk rebusan simplisia untuk menyaring kandungan simplisia.
Saya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan no 2.
BalasHapusMenurut saya penyebab adanya zat pengotor yaitu kurang lamanya waktu pemanasan, kurang telitinya dalam proses penyaringan dan kurangnya berhati-hati dalam melakukan percobaan sehingga masih ada kandungan zat pengotor pada sampel.
Baiklah saya Nurhalimah (024) akan mencoba menjawab permasalahan no 3 yaitu bagaimana apabila alcohol yang digunakan tidak alcohol 96%. Jadi apabila alcohol yg digunakan tidak 96% maka rendemen ekstrak yang diperoleh akan menurun hal ini disebabkan karena semakin tinggi alcohol maka semakin tinggi kelarutannya. Terima kasih.
BalasHapus