JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 10
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN OLEH:
ERMA JOHAR
(A1C118031)
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL., M. Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
I.
Judul : Isolasi
Senyawa p-Metoksi Sinamat dari Kencur (Kaemferiam galanga L)
II.
Hari/Tanggal : Rabu / 9 desember 2020
II.
Tujuan : Adapun
tujuan dari praktikum kali ini adalah :
1.Dapat
menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya
senyawa fenilpropanoid.
2. Dapat mengenal sifat-sifat kimia fenil
propanol melalui reaksi-
reaksi
pengenalan yang spesifik.
IV.
Landasan Teori
Kencur
(Kaemferiam galangal L) adalah tanaman tropis yang berguna sebagai bumbu dapur
dan sebagai tanaman obat tradisional. Kencur ini mengandung senyawa kimia
seperti: etil p-metoksi sinamat, etil sinamat komponen yang utama,
p-metoksistiren, dll. Kadar etil p-metoksinamat dalam kencur cukup tinggi yaitu
mencapai 10%. Oleh karena itu mudah bisa diisolasi dari umbinya menggunakan
pelarut petroleum atau etanol. Etil p-metoksi sinamat yang merupakan komponen
utama memiliki pusat-pusat reaktif yang potensial untuk reaksi kimia, antara
lain ikatan rangkap terkonjugasi, cincin aromatik yang diaktifkan oleh gugus
metoksi dan gugus ester. Karena itu dapat dilakukan beberapa reaksi seperti
hidrolisa ester, demetilasi, transformasi ester menjadi gugus lain. Khusus
untuk hidrolisa etil p-metoksi sinamat ini menghasilkan asam p-metoksi sinamat. Hidrolisa
etil p-metoksi sinamat menghasilkan asam p-metoksi sinamat. Sedangkan
transformasi gugus ester dapat dilakukan melalui halida asam yang jauh lebih
reaktif untuk ditransformasikan menjadi gugus yang ditargetkan seperti ester
aril dapat disintesis melalui halida asam yang direaksikan dengan fenol
mengikuti mekanisme reaksi adisi-eliminasi nukleofilik membuat fenil sinamat
dengan cara mereaksikan sinamoll klorida dengan fenol. Transformasi gugus ester
menjadi amida antara lain dapat dilakukan melalui amolisis, yakni mereaksikan
langsung ester dengan amonida atau amina (Tim Kimia Organik II, 2020).
Tanaman
kencur (Kaemfria galangal. L) dikenal sebagai tanaman yang kaya manfaatnya.
Disamping digunakan sebagai penyedap makanan, kencur ini juga digunakan sebagai
bahan dalam ramuan obat tradisional. Salah satu senyawa etil ester yang
terdapat dalam kencur yaitu etil para metoksi sinamat yang tergolong fenil
propanoid. Etil para metoksi sinamat termasuk kedalam golongan senyawa ester
yang mengandung cincin benzene dan gugus metoksi yang bersifat non-polar.
Sehingga, dalam ekstraksinya dapat menggunakan pelarut-pelarut yang mempunyai
variasi kepolaran yaitu etanol, etil asetat, methanol, air dan heksana
(Asyharist, 2011).
Asam
sinamat diperoleh dari fenilalanin berdasarkan eliminasi ammonia secara
enzimatik dilanjutkan dengan hidroksilasi aromatic dan metilasi. Pertama
dipercayai bahwa biosintesis melalui jalan asam fenil piruvat yang direduksi
dan didehidrasi, tetapi saat asam sinamat dapat mengeliminasi ammonia langsung
dari asam amino, maka jalan tersebut dinyatakan sebagai langkah utama. Reaksi
ini dikategorikan sebagai reaksi berkesinambungan eliminasi -, dengan adanya
pusat basa pada enzim yang mengikat –α β proton. Asam sinamat dan asam benzoate
kebanyakan terdapat sebagai ester glikosida karbohidrat , flavonoid, dan asam
hidroksi karboksilat (Harborne, 1989).
Dalam
ektraksi suatu senyawa yang harus diperhatikan adalah kepolaran antara pelarut
dengan senyawa yang diekstrak, keduanya harus memiliki kepolaran yang sama atau
mendekati sama. Etil p-metoksi sinamat adalah suatu ester yang mengandung
cincin benzene dan gugus metoksi yang bersifat nonpolar dan mengandung gugus
karbonil yang mengikat etil yang bersifat agak polar menyebabkan senyawa ini
mampu larut dalam beberapa pelarut dengan kepolaran bervariasi. Biasanya dalam
penilitian ini pelarut yang digunakan adalah heksana, etil asetat, alcohol,
aquades dan dietil eter (Selamat, 2003).
Isolasi
merupakan teknik pemisahan yang dilakukan terhadap komponen senyawa kimia dari
campurannya pada tumbuhan atau bahan alam. Isolasi bahan organic dilakukan
dengan menggunakan beberapa metode pemisahan yang memaksimalkan hasil isolasi
yang telah dilakukan. Metode yang paling sering digunakan untuk mengisolasi
suatu bahan alam adalah dengan menggunakan ekstraksi pelarut tertentu.
Perkolasi merupakan salah satu contoh ekstraksi yang digunakan untuk memisahkan
senyawa organic dari suatu bahan alam (Solomons, 2011).
V.
Alat dan Bahan
5.1
Alat
- Erlenmeyer
250
ml -
Kertas Saring
-
KLT -
Penangas air
-
Corong
Buchner -
Labu Bulat
-
Corong
Biasa -
Evavorator
-
Alat Ukur TI
5.2
Bahan
-
Kencur yang telah
ditumbuk -
NaOH
-
Kloroform -
Metanol
-
Etanol -
Asam Sulfat
Klorida
VI.
Prosedur Kerja
Adapun
prosedur kerja pada percobaan kali ini adalah sebagai berikut:
a) Isolasi
Etil p-Metoksi Sinamat
1. Masukkan
serbuk kencur kedalam erlenmeyer 250 ml, kemudian direndam dengan 100 ml
petroleum eter fraksi 60-80˚C hingga lapis petroleum eter terdapat diatasnya.
2. Hangatkan
beberapa menit dalam penangas air sambil digoyang-goyang, biarkan selama
setengah jam dalam temperatur kamar kemudian disaring.
3. Pisahkan
residu kencur dan ulangi perkolasi sekali lagi menggunakan pelarut dengan
jumlah yang sama.
4. Filtrat bahan
yang diperoleh kemudian digabung dan dipekatkan dibawah tekanan rendah
(evavorator) sampai volume larutan kira-kira setengahnya.
5. Dinginkan
larutan pekat dalam air es, padatan yang terbentuk disaring dengan corong
buchner.
6. Filtrat
dipekatkan sekali lagi dan padatan yang kedua setelah disaring digabung
kemudian ditimbang.
7. Hitung
rendemennya, lalu rekristalisasi dilakukan dalam petroleum eter.
8. Diukur
titik lelehnya dan bandingkan dengan literatur (48-50˚C).
b) Pemeriksaan
Kromatografi Lapis Tipis (KLT)
1. Dilarutkan
sampel kristal hasil isolasi dalam petroleum eter menggunakan kapiler, totolkan
pada plat KLT ukuran 2x5 cm.
2. Pada
jarak 0,5 cm dari bawah gunakan etil p-mrtoksi sinamat dan asam p-metoksi
sinamat standar sebagai pembanding.
3. Masukkan
dalam chamber yang telah dijenuhkan dengan eluen kloroform, pengamatan bercak
dilakukan dengan melihatnya dibawah lampu UV atau dimasukkan kedalam chamber
iodium.
4. Hitung
Rf nya dan bandingkan dengan standar.
c) Pemeriksaan
Spektroskopi Ultra Violet
Larutkan
kristal hasil isolasi dalam methanol dan kemudian buatlah spectrum ultra
violetnya pada daerah panjang gelombang 200-300 nm.
d) Pemeriksaan
Spektroskopi Infra Merah
Kristal
hasil isolasi dibuat pellet dengan KBr kering, kemudian dibuat spectrum
infra merahnya.
Permasalahan:
1.
Bagaimana apabila tidak menggunakan methanol , dapat digantikan dengan senyawa
apa ?
2.
mengapa dilakukan perkolasi berkali-kali ?
3.
Fungsi penggunakan lampu UV pada percobaan ini ?

Baiklah saya Kelantan (023) akan menjawab permasalahan no.1
BalasHapusPada percobaan ini selain metanol, dapat digunakan juga etanol, kloroform atau n-heksana sebagai pelarut yang akan melarutkan ekstrak dari kencur tersebut.
2. Perkolasi disini adalah suatu metode yang digunakan untuk mengisolasi senyawa P metoksi sinamat dari kencur,jadi jika dilakukan berkali kali disini tujuannya agar senyawa p metoksi sinamat dari kencur bisa didapat lebih banyak.
BalasHapus3. Untuk menguji sampel dengan menggunakan metode KLT apakah sampel tersebut sudah murni atau belum
BalasHapus