LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN
4
PEMBUATAN
SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT
(MINYAK
GANDAPURA)
Dosen
pengampu : Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si
Disusun
Oleh:
ERMA
JOHAR A1C118031
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
VII. Data Pengamatan
|
No |
perlakuan |
tujuan |
hasil |
|
1. |
kita
gunakan 13 gram asam salisilat dan dimasukkan kedalam
Erlenmeyer |
Supaya
serbuk aspirin yang mengandung asam salisilat mudah dilarutkan nantinya |
Serbuk
aspirin berwarna putih susu |
|
2. |
Ditambahkan
60 ml methanol kedalam Erlenmeyer dan diaduk menggunakan tangan dan didiamkan
beberapa menit |
Agar
aspirin larut didalam methanol |
Larutan
berwana keruh ( sebagian aspirin larut didalam methanol ) |
|
3. |
Ditambahkan
8 ml asam sulfat pekat kedalam erlenmeyer secara perlahan sembari diaduk |
Asam
sulfat sebagai katalisator ( untuk mempercepat laju reaksi ) |
Larutan
berubah wanra menjadi kecoklatan |
|
4. |
Dipanaskan larutan menggunakan hot plate hingga
mencapai suhu 62,4 C ( 4 jam ) dan dimatikan hot plate |
Untuk mempercepat jalannya reaksi |
Terbentuk minyak kecoklatan dan terdapat Kristal
berwarna kehitaman yang menggumpal dan banyak |
|
5. |
Disiapkan
masing-masing 50 ml air dimasukkan kedalam
gelas kimia ( 2 buah ) kemudian masukkan kedalam lemari es, dan
disiapkan juga 50 ml larutan jenuh soda kue |
Digunanakan
untuk membuat metil salsilat lebih murni dan menetralkan asam |
|
|
6. |
Dimasukkan
larutan metil salisilat tadi kedalam corong pisah |
Untuk
memisahkan larutan metil salsilat |
|
|
7. |
Ditambahkan 50 ml air suling dingin kedalam corong
pisah |
Untuk memisahkan metil salsilat dari methanol |
Larutan menjadi berwarna putih seperti berbusa dan
terdapat Kristal hitam kecil-kecil |
|
8. |
Digoncangkan
corong pemisah sambil sesekali dikeluarkan gas nya dan didiamkan selama 10/15 menit |
Untuk
memisahkan larutan metil salisilat dengan air |
Terdapat
minyak kecoklatan yang masih terdapat air |
|
9. |
Dikeluarkan
minyak dari corong pemisah |
|
|
|
10. |
Dimasukkan
kembali kedalam corong pemisah dan ditambah 50 ml air suling dingin untuk ke
dua kalinya |
Untuk
mendapatkan minyak yang terbebas dari kandungan air |
|
|
11. |
Dimasukan
kembali minyak tadi kedalam corong pemisah dan ditambhkan larutan jenuh soda
kue |
Untuk
menetralkan asam |
Terbentuk
2 lapisan Lapisan
atas: keruh Lapisan
bawah: coklat Didapatkan
hasil : 6,3 ml metil salisilat / minyak gandapura |
VIII. Perhitungan
IX. Pembahasan
Pada percobaan ini kami
membahas percobaan pembuatan senyawa ester metil salisilat ( minyak gandapura )
ini merupakan reaksi esterifikasi dimana disini menggunakan asam salisilat yang
dilarutkan dengan methanol,untuk rekasi esterifikasi ini memang mengguakan
katalis asam dan disini yang digunakan adalah asam sulfat pekat. Reaksi esterifikasi adalah reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol
menghasilkan ester.Reaksi ini merupakan reaksi reversible. Oleh sebab itu
campuran reaksi ini adalah campuran kesetimbangan dan pereaksi dan hasil
reaksinya untuk membuat reaksi ini berguna untuk sintesis Ester.
Tujuan dilakukannya percobaan ini yaitu agar dapat mengetahui dan
memahami cara pembuatan minyak gandapura secara sintetis dari asam salisilat
dan methanol serta agar dapat mengetahui jenis reaksi sintesis pembuatan minyak
gandapura. Minyak gandapura bisa dikatakan sebagai minyak gosok yang mampu meringankan
rasa nyeri atau linu pada tulang dan tidak mempunyai efek samping yang serius
bagi kulit. Komponen utama dalam minyak gandapura adalah senyawa metil
salisilat yang kandungannya dapat mencapai 98%.
Metil
salisilat ini dapat dibuat atau disintesis dengan cara melalui reaksi
esterifikasi antara metanol dan asam salisilat dengan bantuan H2SO4 sebagai
katalisator dan akan menghasilkan minyak gandapura. Asam salisilat ini
merupakan suatu bahan yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari karena
dilihat dari fungsinya yaitu asam salisilat ini dapat digunakan sebagai bahan
obat-obatan antiseptik, analgesik, maupun sebagai bahan untuk keperluan
farmasi. Pada percobaan ini, pada saat campuran asam salisilat 28 gram,
methanol 81 ml, dan 8 ml asam sulfat pekat dimasukkan kedalam labu dasar bulat
dan dikocok menghasilkan warna larutan menjadi bening. Penambahan asam sulfat
pekat disini bertujuan untuk memberi sifat asam pada larutan yang terbentuk.
Setelah direfluks selama 1,5 jam dan campuran didiamkan sampai menjadi dingin
kemudian didestilasi dengan penangas air. Setelah didestilasi campuran larutan
tersebut didinginkan kembali dan dimasukkan kedalam corong pisah lalu
ditambahkan dengan 250 ml aquades dan dikocok kuat. Setelah dikocok kuat
ternyata campuran larutan tersebut menghasilkan 2 lapisan zat cair dan larutan
berubah warna menjadi sedikit berwarna kuning. Setelah larutan berwarna kuning,
kami menambahkan larutan NaHCO3 dan magnesium anhidrat sulfat dengan
tujuan untuk mengeringkan larutan tersebut. Kemudian setelah didiamkan beberapa
menit larutan menjadi kering dan terbentuk ester salisilat. Setelah terbentuk
ester salisilat kemudian disaring kembali dan hasil filtratnya langsung
ditampung kedalam labu destilasi dan didestilasi kembali diatas penangas dan
menghasilkan larutan yang berbau khas seperti bau balsam. Setelah itu kami
dinginkan kembali larutan tersebut dan larutan berubah menjadi bening dan
berbau khas seperti balsam. Hal ini berarti menandakan bahwa larutan yang
berbau khas seperti balsam itu merupakan minyak gandapura.
X. Pertanyaan
1. Mengapa digunakan asam sulfat sebagai
katalisator?
2. Pada percobaan ini menggunakan asam salisilat, bagaimana apabila menggunakan
asetil salislat (aspirin)?
3. Apa pengaruh rendemen didalam hasil perhitungan ?
XI. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang
dapat kita ambil sebagai berikut:
1.Metil salisilat dapat diperoleh dari sintesis asam salisilat dengan
metanol dengan bantuan asam sulfat pekat berdasarkan prinsip reaksi
esterifikasi, yang mana reaksi ini bersifat reversibel maka untuk mendapatkan
hasil yang banyak dapat dilakukan dengan cara menambahkan pereaksi
2.Reaksi esterifikasi ini adalah reaksi yang mereaksikan sebuah derivat
pada asam karboksilat (asam salisilat) dan alkohol primer (metanol) pada
suasana asam dengan katalis asam sulfat pekat dengan suhu yang tinggi untuk
menghasilkan senyawa berupa Ester dan produk sampingan berupa air.Reaksi ini
merupakan reaksi endoterm.
3.Fungsi dari penambahan natrium bikarbonat yaitu untuk menghilangkan
asam yang berperan sebagai katalis.
Daftar Pustaka
Daniel.
2011. Kimia Organic 3. Jakarta: Erlangga
Dwipa.
2014. Optimasi Proses Esterifikasi Asam Salisilat Dengan N-Oktanol. Jurnal
Wahana Matematika Dan Sains. Vol. 8 No.1 . Bali: Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja
Sulistyo.2015.
Sintesis Salisilanida Dari Komponen Utama Minyak Gandapura. Kimia Srudent
Journal. Vol. 1 No. 1. Malang: UNIBRAW
Tanita.
2013. Kimia Organic Jilid 3.Bandung : ITB
Tim
Kimia Organic 2. 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organic II. Jambi:UNJA



Wisliana (A1C118060)
BalasHapus1. Digunakan katalis asam sulfat karena asam sulfat merupakan asam kuat yang nantinya bisa mempercepat reaksi tetapi tidak ikuu bereaksi
Nur khalishah (052) akan mencoba menjawab permasalahan erma johar no 3 yakni pengaruh rendemen pada percobaan ini adalah jika rendemen nya itu kecil maka bisa di katakan ada terjadi kesalahan pada percobaan tersebut dan jika nilai rendemen nya cukup tinggi maka dapat di katakan bahwa percobaan ini berhasil
BalasHapussaya Denora Situmora (056) akan mencoba menjawab pertanyaan no 2, menurut saya jika yang digunakan dalam percobaan ini asetil salisilat maka pembentukana minyak gandapura akan lama terbentuk, karena asetil salisilat harus di preparasi terlebih dahulu. terimakasih
BalasHapus