LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN 6
SKRINING FITOKIMIA SENYAWA BAHAN ALAM
Dosen pengampu : Dr. Drs. SYAMSURIZAL ,
M.Si
Disusun Oleh:
ERMA JOHAR A1C118031
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII. DATA PENGAMATAN
Identifikasi alkaloid
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Pengamatan |
|
1 |
Menimbang ekstrak 0,05
gr Daun Teh |
Untuk mengukur Ekstrak
Daun Teh |
- |
|
2 |
Menimbang
HCl 2 N sebanyak 10 ml |
Untuk mengukur volume
HCl |
- |
|
3 |
Esktrak 0,05
gr Daun Teh dilarutkan kedalam HCl 2N 10 ml |
Untuk melarutkan
ekstrak |
Adanya larutan
berwarna kuning kecoklatan |
|
4 |
Filtrat dimasukkan
kedalam 3 tabung reaksi dengan volume yang sama |
Untuk pengujian dengan
kontrol yang berbeda |
|
|
5 |
Tabung 1 tidak
ditambahkan reagen Tabung
2 ditambahkan pereaksi/reagen wagner sebanyak 1-2 tetes Tabung 3
ditambahkan pereaksi/reagen Dragendorf sebanyak 1-2 tetes |
Tabung 1 disebut
sebagai kontrol positif |
Tabung 1 tidak berubah
warna (Hasil Negatif) Tabung 2 terbentuk
endapan kecoklatan yang menunjukkan adanya alkaloid (Hasil Positif) Tabung 3 tidak berubah
warna (Hasil negatif ) |
Identifikasi saponin
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Pengamatan |
|
1 |
Ekstrak 0,05 gr Daun
Teh ditambahkan dengan air panas 10 ml kedalam gelas beker |
Penambahan air panas
untuk melarutkan esktrak |
Terbentuk warna kuning
kecoklatan |
|
2 |
Dimasukkan kedalam
tabung reaksi dan kocok kuat15-30 detik hingga terbentuk buih |
Pengocokan yang kuat
agar dapat terbentuk busa pada larutan |
Hasil Positif Saponin dimana
terbentuk busa pada larutan |
Identifikasi fenolik
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Pengamatan |
|
1 |
Ekstrak
0,05 gr Daun Teh dilarutkan dengan etanol 96% secukupnya saja |
Untuk
melarutkan ekstrak |
Terbentuk
warna kuning kecoklatan |
|
2 |
Filtrat
dimasukkan kedalam tabung reaksi + FeCl3 1-2 tetes |
Untuk
identifikasi fenolik |
Terbentuk
warna biru tua kehitaman yang menandakan ekstrak mengandung senyawa fenolik |
Identifikasi flavonoid
|
No |
Perlakuan |
Tujuan |
Pengamatan |
|
1 |
Ekstrak 0,05 gr Daun
Teh + etanol 5 ml didalam beker glass dan diaduk |
Untuk melarutkan
esktrak secara sempurna |
Terbentuk warna kuning
kecoklatan |
|
2 |
Tambahkan logam Mg
kedalam filtrat secukupnya (1-2 tetes) |
Untuk mereduksi inti
benzopiron pada struktur flavonoid |
Serbuk logam Mg tidak
larut dalam larutan |
|
3 |
Tambahkan 3 ml amil
alkohol |
- |
|
|
4 |
Tambahkan H2SO4 pekat
12 N sebanyak 1-2 tetes, tunggu beberapa saat |
Sebagai Katalisator |
Adanya warna merah
jingga yang menunjukkan terbentuknya senyawa flavon (Hasil Positif) Bagian bawah tabung
terdapat lapisan amil alkohol |
VIII. PERHITUNGAN
IX. PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini yaitu tentang
skrinning fitokimia senyawa bahan alam. Adapun tujuan dilakukannya percobaan
ini yaitu agar dapat mengenal dan memahami teknik-teknik skrinning fitokimia
bahan alam, dapat mengetahui jenis-jenis pereaksi yang digunakan dalam
skrinning fitokimia bahan alam, serta agar dapat melakukan skrinning fitokimia
bahan alam dari suatu simplisia tumbuhan. Skrinning merupakan pemeriksaan kimia
terhadap senyawa aktif biologis dari bahan alam yang terdapat pada simplisia
tumbuhan atau makhluk hidup lainnya. Senyawa aktif tersebut merupakan senyawa
organic, sehingga pada pemeriksaan skrinning fitokimia ditujukan pada senyawa
organic seperti alkaloid, steroid, terpenoid, flavonoid, saponin, kuinon, dan
juga kumarin. Hasil pemeriksaan kandungan kimia yang terdapat dalam suatu
tumbuhan tergantung pada banyaknya kandungan senyawa kimia yang diidentifikasi
dan juga tergantung pada sensitivitas dari prosedur yang dianalisis. Metode
skrinning fitokimia umumnya dilakukan dengan melihat reaksi pengujian warna
dengan menggunakan suatu pereaksi warna seperti reagen wagner, meyer,
dragendorf, dan sebagainya. Dalam skrinning fitokimia ini ada hal yang harus
diperhatikan, yaitu dalam pemilihan pelarut yang akan digunakan dan metode
ekstraksi yang akan dilakukan.
Pada percobaan kali ini kami melakukan
skrinning fitokimia pada senyawa bahan alam alkaloid, flavonoid, saponin.
Adapun hasil dari masing-masing pemeriksaan uji tersebut adalah sebagai
berikut:
1.Senyawa
alkaloid
Pada
uji senyawa alkaloid,disini kami menggunakan daun teh untuk menguji apakah
didalam dauh teh terdapat senyawa alkaloid atau tidak. Daun teh ini harus
diekstrak terlebih dahulu dengan menggunakan asam kuat ( HCL ) tujuannya agar
dauh teh menjadi larut kemudian diuji dan dibagi menjadi 3 tabung reaksi dimana
tabung reaksi 1 sebagai control positif. Control positif disini maksudnya
larutan teh yang berada pada tabung reaksi 1 sudah dipastikan positif
mengandung senyawa alkaloid. Untuk tabung reaksi 2 didapati hasilnya positif
menggunakan reagen dragendorf dimana ketika ditetesi reagen itu terjadi
perubahan warna menjadi kecoklatan dan terdapat endapan. Selanjutnya tabung
reaksi 3 ditetesi dengan reagen wagner tetapi tidak mengalami perubahan warna
tetap berwarna kuning seperti control positif,hal ini berarti dengan uji wagner
larutan juga positif mengandung senyawa alkaloid. Reagen Meyer umumnya
mengandung Kalium Iodida dan merkuri korida. Pada uji Meyer, hasil yang
didapatkan yaitu positif karena ditandai dengan adanya endapan putih. Pada uji
Wegner, juga positif mengandung alkaloid karena warna yang ditimbulkan berwarna
coklat. Selanjutnya pada pereaksi dragendorf, pereaksi ini umumnya mengandung
Bismut (III) nitrat, asam nitrat dan kalium Iodida. Pada uji dragendorf ini
juga didapatkan hasil yang positif mengandung alkaloid pada sampel. Karena pada
uji ini menimbulkan warna orange.
2.Senyawa
saponin
Pada
uji saponin masih sama menggunakan ekstrak daun teh dan ditambahkan dengan air
panas dimasukkan kedalam tabung reaksi kemudian dikocok kuat-kuat selama 15-30
detik tujuannya untuk mengetahui apakah akan terbentuk busa atau tidak,karena
salah satu ciri terdapat senyawa saponin yaitu larutan akan berbusa. Hasilnya
larutan berwarna kuning kecoklatan dan terdapat busa pada larutan (hasilnya
positif). Pada uji saponin ini, hasil dikatakan benar mengandung saponin
apabila busa yang dihasilkan stabil dalam waktu 5 menit.
3.Senyawa
fenolik
Pada
uji fenolik juga menggunakan ekstrak daun teh dimana ekstrak daun teh ini
ditambahkan dengan etanol 96% agar ekstrak daun teh menjadi larut kemudian
filtral tadi ditambahkan FECL3 sebanyak 1-2 tetes tujuannya untuk
mengidentifikasi senyawa fenolik didalam ekstrak daun teh dan hasilnya
terbentuk larutan warna biru tua kehitaman yang menandakan terdapat senyawa
fenolik didalam ekstrak daun teh.
4.Senyawa
flavonoid
Pada
uji senyawa flavonoid menggunakan ekstrakn etanol daun teh yang ditambahkan
dengan etanol 5 ml agar ekstrak daun teh menjadi larut dan hasilnya terbentuk
warna kuning kecoklatan kemudian ditambahkan logam Mg kedalam filtrate sebanyak
1-2 tetes tujuannya untuk mereduksi inti benzopiron pada struktur flavonoid dan
ditambahkan 3 ml amil alcohol dan ditambahkan H2SO4 sebagai katalisator hasil
yang didapatkan adanya warna merah jingga yang menandakan adanya senyawa
flavonoid dalam esktrak daun the.
X.
PERTANYAAN
1.Pada
pengujian alkaloid menggunakan control positif mengapa demikian ?
2.Apa
fungsi pengocokan pada pengujian saponin?
3.
Apakah reagen mayer,dragendorf atau wagner dapat digantikan dengan senyawa lain
?
XI.
KESIMPULAN
1.
Adapun Teknik Skrining Fitokimia Yang Dapat Digunakan Ialah : Reaksi Dengan
Reagen-reagen .
2.
Adapun Jenis-Jenis Pereaksi Yang Dapat Digunakan Diantaranya :
-
Untuk Alkaloid : menggunakan Pereaksi Meyer, Wagner Dan Dragendroff
-
Untuk saponin: menggunakan air panas
-
Untuk fenolik : menggunakan FECL3
-
Untuk Flavonoid : menggunakan logan Mg dan H2SO4
3.
Skrinning Fitokimia Digunakan Untuk Pemeriksaan Kimia Secara Kualitatif Senyawa-Senyawa
Aktif Biologis (Dalam Tumbuhan Atau Makhluk Hidup).
Daftar pustaka
Abdul,
R. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Bhat,
S. V., B. A. Nagasampagi and S. Meenakshi. 2009. Natural Products:
Chemistry and
Application.
New Delhi India : Narosa Publishing House.
Gunawan,
D dan Mulyadi S. 2004. Analisis Struktur Senyawa Organik secara
Spektroskopi.
Jakarta
: Penebar Swadaya.
Marliana, dkk. 2005. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Isoflavon pada Tanaman Kacang.
Jurnal
Kimia Vol 11. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Tim
Kimia Organik, 2015. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi :
Universitas
Jambi.

saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2, dimana uji saponin ini akan menunjukkan adanya busa bila senyawa saponin bereaksi dengan air, oleh karena itu proses pengocokkan akan mempercepat reaksi dalam pembentukan busa yang menunjukkan dalam senyawa tersebut terdapat kandungan saponin atau tidak
BalasHapus1. Kontrol positif disini digunakan untuk menandakan bahwa ekstrak tersebut sudah pasti positif mengandung suatu senyawa bahan alam seperti alkaloid.jadi ketika menguji ekstrak lain kita bisa membandingkan hasilnya dengan kontrol positif seperti dari segi warna dan lainnya. Terimakasih
BalasHapusBaiklah saya akan menjawab nomor 3.menurut saya bisa diganti dengan reagen lain apabila reagen tersebut tidak terdapat dalam labor.terimakasih maaf jika keliru
BalasHapus