JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 5
KIMIA ORGANIK III
DISUSUN OLEH:
ERMA JOHAR
(A1C118031)
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL., M. Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
I.
Judul : Pembuatan
Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzil Alkohol
II.
Hari/Tanggal : Rabu/ 11 november 2020
III.
Tujuan : Adapun
tujuan dari percobaan ini adalah :
1. Dapat
memahami reaksi oksidasi dan reduksi aldehid yang tidak
memiliki H alfa.
2. Dapat
memahami reaksi yang terjadi pada senyawa aldehid akibat penambahan basa kuat.
3. Dapat
mempelajari cara pembuatan asam benzoat dan benzil alcohol.
IV.
Landasan Teori
Asam benzoat merupakan senyawa organik
berwujud padat, warna putih dan berbau menyengat dan kristalnya berbentuk
monoklin. dalam kehidupan sehari-hari banyak digunakan sebagai bahan
pengawet makanan dan bahan obat-obatan. alkohol pada suhu kamar berwujud cair
dan tak berwarna. kedua senyawa tersebut dapat dibuat bersama-sama dari
bahan benzaldehida yang ditambahkan basa kuat dan dipanaskan. benzaldehid
adalah suatu senyawa aldehida yang memiliki gugus fungsi karbonil
dan dapat mengalami reaksi si Adi si nukleofilik dengan nukleofil seperti
oh, CN, NH3 ion C- dan sebagainya. ion karbon dapat dihasilkan kan
dari reaksi senyawa aldehida yang memiliki to H Alfa dengan suatu
tu basa kuat. ion karbon yang terbentuk dapat bereaksi si lebih
lanjut dengan aldehida untuk membentuk senyawa B- hidroksi aldehid. tipe
reaksi ini lebih dikenal dengan nama kondensasi aldol. senyawa aldehid yang
tidak memiliki hidrogen Alfa tidak mengalami reaksi tersebut. pada penambahan
basa kuat terhadap senyawa ini ini akan terjadi reaksi reduksi yang
menghasilkan senyawa alkohol dan garam karboksilat. Jika reaksi ini disertai
dengan pemanasan maka akan terjadi reaksi disproporsionasi akan teroksidasi dan
sebagian lagi tereduksi (Tim Kimia Organik, 2020)
Benzil alkohol adalah senyawa yang mempunyai
gugus hidroksi yang terikat pada gugus benzyl. Rumus molekul Dari senyawa
ini adalaHC5H5CH2OH.Benzyl alcohol berbentuk cair, tidak berwarna, tidak
berbau, berasa seperti terbakar. Dia memiliki berat molekul 108,5 dengan titik
didih 205 derajat Celcius dan titik beku 15 derajat Celcius. ia tergolong
senyawa yang larut dalam alkohol, eter, kloroform aseton, benzena, dan.
berikut struktur benzyl alcohol:
asam lemah ini beserta garam turunannya digunakan sebagai pengawet makanan. asam benzoat adalah prekursor yang yang penting dalam sintesis banyak bahan bahan kimia lainnya. asam benzoat pertama kali ditemukan abad ke-16. destilasi getah kemenyan pertama kalI dideskripsikan oleh nostrudamus 1560 dan blaise de vinegere 1596. Sebagai bahan pengawet asam benzoat dan natrium benzoat akan efektif apabila digunakan pada pH diatas 5. berikut struktur asam benzoat:
percobaan
sintesis asam benzoat dan benzil alkohol membutuhkan proses refluks untuk
ekstraksi dan proses rekristalisasi untuk memurnikan hasil Crystal yang
diperoleh. refluks adalah salah satu metode lama ilmu kimia untuk mensintesis
suatu senyawa, baik organik maupun anorganik. rekristalisasi ini merupakan
proses lanjutan dari kristalisasi. Rekristalisasi dapat bekerja lebih
sempurna dan cepat apabila proses pelarutan dilakukan pada suhu yang lebih
tinggi(Kumala,2008).
Reaksi cannizaro merupakan reaksi
kebalikan dari kondensasi aldol. reaksi dari suatu gugus aldehid dibedakan
menjadi Z2 yaitu suatu aldehid yang memiliki hidrogen Alfa dan aldehid yang
tidak memiliki drogen Alfa. hidrogen Alfa merupakan suatu hidrogen yang terikat
pada posisi Alfa terhadap suatu gugus karbonil. hidrogen Alfa memiliki sifat
asam. adalah struktur asetaldehida yang memiliki hidrogen Alfa dan struktur
benzaldehida yang tidak memiliki hidrogen alfa
suatu
aldehida yang memiliki hidrogen akan mengalami reaksi kondensasi aldol
sedangkan yang tidak memiliki mengalami reaksi cannizaro dengan bantuan basa
kuat. kondensasi aldol merupakan suatu reaksi adisi di mana tidak dilepaskan
suatu molekul kecil. Sedangkan suatu aldehida tanpa hidrogen alfa tidak
dapat menjalani adisi diri untuk menghasilkan produk aldol(Nurmala,2009).
Natrium
benzoat dikenal juga dengan nama sodium benzoat. asam benzoat adalah padatan
kristal berwarna putih dan merupakan asam karboksilat aromatik yang paling
sederhana nama asam ini berasal dari getah kemenyan yang dahulu merupakan satu-satunya
sumber asam benzoate(Hilda,2015)
Keuntungan
dalam pemakaian bahan pengawet ini pada makanan adalah mengurangi jumlah
mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan keracunan atau gangguan kesehatan
bagi manusia dan mikroorganisme non patogen yang dapat menyebabkan terjadinya
kerusakan pada bahan makanan sehingga kualitas pangan tetap terjaga, sedang
pemakaian jenis pengawet tidak tepat dan dosisnya tidak sesuai maka akan
menimbulkan efek toksis bahkan bersifat karsinogenik bagi pengkonsumsi. natrium
benzoat merupakan bentuk garam dari asam benzoat yang digunakan karena
mudah larut dalam air ( Rosaini,2016).
V.
Alat dan Bahan
5.1
Alat
- Erlenmeyer
250ml -
Pendingin air (kondensor)
-
Labu dasar datar
300ml -
Labu Destilasi
-
Corong
Pisah -
Termometer
5.2
Bahan
-
KOH padat
27gr -
Larutan Natrium Bisulfit 20ml
-
MgSO4 5gr -
Benzaldehide 29ml
-
Asam Klorida Pekat
75ml -
Larutan Natrium Karbonat 10ml
-
Eter 120ml
VI.
Prosedur Kerja
1.Larutkan
27 gr kalium hidroksida padat dalam 25ml air dalam erlenmeyer.
2.Tuangkan
larutan kalium kedalam sebuah labu dasar datar yang berisi 29ml benzaldehide
yang baru didestilasi, lalu kocok sampai terjadi emulsi, dan diamkan selama 10
jam dalam sebuah tempat yang tertutup rapat.
3.Tambahkan
air kira-kira 110ml untuk melarutkan endapan kalium benzoat yang terjadi.
4.Pindahkan
larutan tadi kedalam corong pisah, kemudian ekstraksi tiga kali, masing-masing
dengan 30ml eter. Kocok kuat-kuat, diamkan sebentar sehingga terjadi dua
lapisan, yaitu lapisan larutan dalam eter dan lapisan larutan dalam air.
5.Pisahkan
kedua lapisan tadi, kemudian dikerjakan tiap-tiap lapisan tadi melalui proses
tertentu.
6.Masukkan
kedalam labu destilasi ekstraksi larutan dalam eter tadi, untuk memisahkan
eternya dengan jalan destilasi, smapai volumenya tinggal 300 ml.
7.Dinginkan
sisa destilasi ini dan kocok beberapa kali masing-masing dengan menambahkan 5ml
larutan jenuh natrium bisulfit gunanya untuk mengusir sisa benzaldehide yang
masih ada.
8.Cuci
dengan 10ml larutan natrium karbonat (10%), kemudian dikeringkan dengan
menambahkan 5gr anhidrida magnesium sulfat.
9.Saring
destilatnya dan ditampung dalam labu destilasi.
10.Panaskan
diatas penangas air untuk memisahkan eter yang masih ada, kemudian teruskan
destilasi tersebut untuk mendapatkan destilat benzaldehide pada temperatur
200-206˚C.
11.Bila
benzaldehide yang ditampung itu tidak pada temperatur 200˚C, lakukan pemurnian
kembali dengan mendestilasi lagi destilat tersebut.
12.Bila
destilat ditampung pada temperature mendekati titik didih benzaldehide, periksa
kemurnian dengan melihat indeksnya.
13.
larutan dalam air (lapisan bawah) yaitu kalium benzoat kedalam satu campuran
75ml asam klorida pekat dalam 75ml air sambil diaduk dan tambahkan 100gr es.
14.Apabila
terjadi endapan asam benzoat, saringlah dan cuci dengan air kemudian uapkan
untuk mendapatkan kristal asam benzoat.
15.Periksalah
titik lelehnya.
16.Hasil
pengamatan
permasalahan:
1.Rekristalisasi dapat bekerja lebih sempurna dan cepat
apabila proses pelarutan dilakukan pada suhu yang lebih tinggi. Apa tujuan
dilakukan ini?
2. mengapa suatu aldehida tanpa hidrogen alfa
tidak dapat menjalani adisi diri untuk menghasilkan produk aldol
3. mengapa dilakukan nya ekstraksi sebanyak 3 kali ?




Assalamu,alaikum, Saya Wafiqah Alvia (A1C118047) akan menjawab permasalahan no. 3
BalasHapusProses ekstraksi dilakukan secara berulang kali (3kali) dikarenakan akan memberikan tingkat efisien yang lebih tinggi dari pada ekstraksi satu kali, meskipun volum yang digunakan dalam pelarut sama. Terimakasih.
1. hal ini dikarenakan Asam benzoat yang didapat dalam percobaan mungkin merupakan asam benzoat yang belum murni atau masih kotor. Karena itu dilakukan pemurnian terhadap asam benzoat tersebut agar terbebas dari zat pengotor melalui pemanasan bersama pelarutnya.
BalasHapusbaiklah saya Dewi Mariana Elisabeth (029) akan menjawab permasalahan no 2
BalasHapushal ini dikarenakan kondensasi aldol merupakan suatu reaksi adisi di mana tidak dilepaskan suatu molekul kecil sehingga aldihid yang tidak memiliki atom hidrogen alfa akan melepaskan molekul-molekul kecil yang menyebabkan tidak terbentuk nya reaksi kondensasi aldol dan produk aldol pun tidak terbentuk
terimakasih