JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 4
KIMIA ORGANIK III
DISUSUN OLEH:
ERMA JOHAR
(A1C118031)
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL., M. Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
I.
Judul : Pembuatan Senyawa Organik Ester Metil
Salisilat
(Minyak Gandapura)
II.
Hari/Tanggal : Rabu/ 4 november 2020
III. Tujuan : Adapun tujuan dari
percobaan kali ini adalah:
1.Dapat memahami
cara pembuata minyak gandapura
secara
sintetis dari asam salisilat dan methanol
2. Dapat
mengetahui bahwa minyak gandapura
merupakan ester
karboksilat.
3. Dapat menentukan sifat fisik
dan kimia dari minyak
gandapura.
4.
Dapat mengetahi jenis reaksi sintesis pembuatan
minyak gandapura.
IV.
Landasan Teori
Minyak Gandapura adalah sejenis obat
gosok yang dapat menghilangkan rasa sakit lokal yang efektif dan tidak
mempunyai efek samping yang serius pada kulit. esterifikasi merupakan reaksi
asam karboksilat dengan alkohol menghasilkan Ester dan air. ke setimbang
menambah katalisator asam kuat. pada suhu kamar ar, derajat
kesetimbangan reaksi asam dengan alkohol adalah kesetimbangan dicapai dengan
lambat tetapi kalau reaksi berlangsung pada suhu lebih tinggi dengan
menggunakan pendingin balik dan asam kuat sebagai katalisator maka reaksi itu
dipercepat dan kesetimbangan lebih mudah dicapai. metil salisilat adalah Ester
dari asam karboksilat. secara sintesis dapat diperoleh dengan an-nas ikan asam
salisilat dengan alkohol. sampai reaksi mencapai kesetimbangan. untuk
mempercepat reaksi perlu ditambahkan asam sulfat pekat sebagai
katalisator dan dibantu dengan pemanasan (Tim Kimia Organik , 2020).
Suatu asam karboksilat gitu suatu senyawa yang mengandung gugus- CO2R dengan air dapat berbentuk alkil maupun ArIL. Ester dapat dibentuk dengan reaksi langsung antara suatu asam karboksilat dan suatu alkohol, suatu reaksi yang disebut esterifikasi. esterifikasi berkatalis asam dan merupakan reaksi yang reversibel. metil salisilat merupakan turunan dari asam salisilat, di samping asam asetilsalisilat(dwipa,2014)
salisilat merupakan senyawa ester yang pada suhu ruangan berfase cair, mempunyai aroma yang khas. secara umum reaksi esterifikasi adalah reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol menghasilkan Ester. reaksi esterifikasi menggunakan katalis asam yang disebut fischer esterification. proses reaksi akan berlangsung lambat tanpa adanya katalis yang berupa asam kuat. tetapi reaksi akan mencapai kesetimbangan dalam waktu yang sangat singkat (Tantia,2013)
Metil salisilat merupakan senyawa
turunan dari Ester dengan rumus molekul C8H8O8 dengan struktur:
metil salisilat merupakan senyawa organik yang memiliki cincin aromatik dan merupakan senyawa turunan dari metil Ester. metil salisilat juga disebut minyak Gandapura, digunaKAN untuk menghilang nyeri otot beberapa cara untuk mengganggu kesetimbangan reaksi tersebut agar produksinya meningkat. reaksI esterifikasi dapat digeser ke arah reaksi sempurna. metil salisilat dapat dibuat melalui esterifikasi asam salisilat. penggunaan kenyataan bahwa asam salisilat itu bermanfaat terhadap respon fisiologi jika terjadi penyerapan maka penyerapan mudah terjadi melalui membran usus melalui turunan gugus karboksilat(Daniel,2011).
Minyak Gandapura diperoleh melalui
proses penyulingan dari daun dan gagang tanaman Gandapura. komponen utama
minyak Gandapura adalah senyawa metil salisilat yang banyak digunakan dalam
industri obat-obatan. kandungan metil salisilat dalam minyak Gandapura
mencapai 93 sampai 98%. sifatnya tidak larut dalam alkohol dan eter. metil
salisilat merupakan senyawa Ester yang digunakan sebagai obat sakit otot. metil
salisilat sudah banyak dikembangkan menjadi senyawa lain misalnya asam
asetilsalisilat. turunan metil salisilat selain asam salisilat juga dapat diubah
menjadi disausilanida(Sulistyo,2015)
V.
Alat dan Bahan
5.1 Alat
- Labu dasar bulat 500ml
- Labu destilasi 100ml
- Termometer
- Pendingin (liebig)
- Corong Pisah
- Pipa Bengkok
- Erlenmeyer 200ml
5.2 Bahan
- 28 gr Asam Salisilat
- 81 ml Methanol
- Natrium Bikarbonat
- 8 ml Asam Sulfat Pekat
- Magnesium Sulfat Anhidrat
VI. Prosedur Kerja
Adapun
langkah kerja dari percobaan kali ini adalah:
1.Dalam
labu dasar bulat 500ml, masukkan 28 gr asam salisilat, 81 methanol, dan 8ml
asam sulfat pekat, lalu dikocok.
2.Lengkapi
labu dengan pendingin air, lalu refluks selama 1,5 jam dan biarkan campuran
menjadi dingin.
3.Rubah
posisi pendingin tegak menjadi miring untuk mendestilasi sisa methanol dengan
memanaskan diatas penangas air.
3.Jika
methanol habis terdestilasi, biarkan campuran larutan tersebut dingin.
4.Campuran
larutan dari labu dituangkan kedalam corong pisah, lalu dicampur dengan 250ml
aquades.
5.Kocok
kuat-kuat larutan tersebut hingga terbentuk dua lapisan zat cair.
6.Alirkan
lapisan ester (lapisan bawah) kedalam erlenmeyer.
7.Tambahkan
larutan jenuh dari NaHCO3 sampai bebas asam, lalu ditambahkan 8.kembali dengan
anhidrida magnesium sulfat untuk mengeringkan ester salisilat selama 30 menit.
9Saring
dan filtrat yang terbentuk ditampung kedalam labu destilasi, kemudian destilasi
diatas penangas air.
10Catat
temperatur pada waktu destilat ditampung.
11.Bila
temperatur masih jauh dibawah titik didih metil salisilat 115˚C, maka murnikan
kembali pada metil salisilat yang ditampung dengan mendestilasi kembali.
LINK
VIDEO TERKAIT DENGAN PRAKTIKUM PERCOBAAN 4: https://youtu.be/Nu2Excsv4zE
PERMASALAHN:
1.
proses reaksi akan berlangsung lambat tanpa adanya katalis yang berupa asam
kuat. Namun saat kapan reaksi akan mencapai kesetimbangan dalam waktu yang
sangat singkat?
2.
dengan cara apa reaksi esterifikasi dapat digeser ke arah reaksi sempurna
3. Mengapa pada percobaan ini digunakan asam sulfat pekat sebagai katalisator?


Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusWisliana (A1C118060)
BalasHapus3. Dikarenakan asam sulfat pekat mempunyai energi aktivasi sendiri. Oleh karna iti agar energi aktivasi katalisator lebih tinggi daripada energi aktivasi reaktan. Sehingga dapat mempercepat reaksi (sebagai katalis) pembentukan metil salisilat.
Saya nur khalishah (052) akan menjawab permasalahan erma johar no 2 yakni dengan cara apa reaksi esterifikasi dapat digeser ke arah reaksi sempurna. Sebelum itu perlu di ketahui bahwa Laju esterifikasi suatu asam karboksilat bergantung terutama pada halangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilatnya. Jadi perlu di perhatikan halangan strerik dalam alkohol dan asam karboksilatnya
BalasHapussaya Denora Situmorang (056) akan mencoba menjawab pertannyan no 1, jadi reaksi akan mencapai kesetimbangan jika reaksi berlangsung pada suhu lebih tinggi dengan menggunakan pendingin balik dan asam kuat sebagai katalisator maka reaksi itu dipercepat dan kesetimbangan lebih mudah dicapai. terimakasih
BalasHapus