JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN 2

I.
Judul
: Pembuatan Senyawa Organik Asam Oksalat
II.
Hari/Tanggal :Rabu, 14 oktober 2020
III.
Tujuan :Adapun tujuan dilakukannya
praktikum ini sebagai berikut:
1. Dapat
memahami cara pembuatan asam oksalat dengan zat organik yang memiliki berat
molekul besar sebagai bahan dasarnya.
2. Dapat
memahami reaksi oksidasi dengan menggunakan oksidator kuat.
3. Dapat mengetahui sifat-sifat asam oksalat dengan kegunaanny
Asam oksalat adalah senyawa kimia yang
memiliki rumus C2H2O4 dengan nama sistematis
asam etanadioat.Asam dikarboksilat paling sederhana ini biasanya digambarkan
dengan rumus hooc-cooh Merupakan asam organik yang relatif kuat 10000 kali
lebih kuat dari asam asetat. di anionnya dikenal sebagai oksalat dalam etana
juga sebagai pereduktor.Banyak ion logam yang membentuk endapan tak larut
dengan asam oksalat contoh terbaik adalah kalsium oksalat penyusun utama jenis
batu ginjal yang sering ditemukan. asam oksalat terdistribusi secara luas dalam
bentuk garam potasium dan kalsium yang terdapat pada daun akar dan rhizoma dari
berbagai macam tanaman.asam juga terdapat pada yang. makanan yang banyak
mengandung asam oksalat
Asam oksalat pertama kali disintesis oleh Carl W.Scheele, pada tahun 1776 dengan cara mengoksidasi gula dengan asam nitrat.Pada 1784 dibuktikan asam oksalat dari tanaman sorrel. Pada tahun 1829 Gay Lussac menemukan bahwa asam oksalat dapat diproduksi dengan cara meleburkan serbuk gergaji dengan larutan alkali. Asam oksalat merupakan turunan asam karboksil yang ujung-ujung rantai yang rumus molekul C2H2O4 tidak berbau, higroskopis, berwarna putih sampai tidak berwarna dan mempunyai berat molekul 90gr/mol. sifat fisik dan kimia asam oksalat C2H2O4.2H2O yaitu:
1. berwarna
putih, kristal tidak berbau
2. melting
point 101, 5 derajat Celcius
3. densitas1,653 gr/cm
4. berat molekul126,gr/mol
kegunaan
asam oksalat sangat banyak antara lain bahan pencampur zat warna dalam
industri tekstil dan cat, menetralkan bleaching. asam oksalat pada
industri logam dipakai sebagai bahan pelapis yang melindungi logam dari kera
sedangkan dalam pabrik polimer di pakai sebagai inisiator(Gusnidar,2008).
Ada dua macam yaitu asam oksalat
dihidrat dan asam oksalat dihidrat. Asam oksalat anhidrat yang mempunyai berat
molekul 90,04 gr/mol dan mempunyai melting Point 187oC.
Sifat dari asam anhidrat adalah tidak berbau , berwarna putih dan tidak
menyerap air. Asam oksalat dihidrat merupakan jenis asam oksalat yang
dijual di pasaran mempunyai rumus bangun (C2H2O4.2H2O)
dengan berat molekul 126,07gr/mol dan melting Point 101,5oC.
Secara umum ada 4 macam proses pembuatan asam oksalat dengan bahan dasar yang
berbeda yaitu sintesis dari natrium formiat, fermentasi glukosa dengan
menggunakan jamur, peleburan alkali dengan bahan yang mengandung selulosa yang tinggi
dan oksidasi karbohidrat dengan hno3. asam oksalat dan larutannya adalah
korosif dan beracun(Poenjladl,1994).
Asam oksalat tersedia dalam bentuk kristal. Senyawa, pembuat zat, krayon, untuk keperluan analisa laboratorium. pada industri logam, asam oksalat dipakai pembersih radio, metal, unit, tinta bahan kimia dapat dalam fotografi, di di dan dipakai hemostatik dan antiseptik luar. Secara umum ada 4 macam proses pembuatan asam oksalat dengan bahan dasar yang berbeda yaitu sintesis dari natrium formiat, fermentasi glukosa, peleburan HNO3. Pengadukan adalah operasi yang menciptakan terjadinya gerakan di dalam bahan yang diaduk. Tujuan pengadukan yang utama adalah mempercepat terjadinya tumbukan antara zat yang ada di dalam campuran(Afriandi,2015).
Menurut Asip (2015) , dalam
pembuatan asam salat waktu reaksi si yang lama dapat memperbesar ar-razzaq zat
pereaksi bersentuhan sehingga asam oksalat yang diperoleh relatif banyak.
untuk konsentrasi pelarut daya pengurai basa kuat akan lebih besar seiring
bertambahnya konsentrasi. Kemudian untuk suhu, suhu berpengaruh pada
konstanta kecepatan reaksi jika suhu ditingkatkan maka konstanta kecepatan
reaksi semakin besar. Kemudian untuk volume pelarut, semakin banyak
volume pelarut akan memperluas gerakan molekul-molekul yang ada.
V.
ALAT
DAN BAHAN
a. alat
-Labu
dasar datar 750 ml
-Corong
Buchner
-Corong
Gelas
-Gelas
Piala 500 ml
-Kasa,
Kaki Tiga Bunsen
-Penangas
-Gelas
ukur
-Termometer
-Pengaduk
-Erlenmeyer
b. bahan
-Gula
Pasir 200 gr
-Asam
Nitrat Pekat 100 ml
-Corong
Gelas
-EtanoL
V. PROSEDUR KERJA
1.
Dimasukkan 10gr gula pasir ke dalam labu dasar datar dan tambahkan 50 ml HNO3
pekat
2.
Dipanaskan diatas penangas air secara perlahan-lahan sampai mendidih
3.
Bila sudah timbul uang berwarna coklat NO2, angkat labu dasar datar tadi, lalu
pindahkan ke atas balok kayu untuk melanjutkan reaksi tanpa pemanasan dan
biarkan selama 15 menit.
4.
Dituangkan hasil reaksi kedalam gelas piala berukuran 50 ml
5.
Dicuci labu dengan 20 ml air dingin dan air cucian dimasukkan e dalam gelas
piala lain
6.
Ditambahkan 20 ml asam nitrat pekat
7.
Diuapkan diatas penangas air sampai volume cairan tinggal 20 ml
8.
Ditambahkan 40 ml air kedalam larutan yang tinggal 20 ml ini, kemudian diuapkan
lagi sampai volume tinggal 20 ml
9.
Dinginkan larutan kedalam air es, agar kristal asam oksalat segera terbentuk
10.
Disaring kristal asam oksalat yang terbentuk ini dengan corong buchner kemudian
direkristalisasi asam oksalat yang diperoleh dengan melakukannya dalam air
panas
11.
Dinginkan untuk mendapatkan kristal yang lebih murni
12.
Disaring, keringkan dan periksa titik lelehnya
13.
Bila belum murni, maka murnikan lagi kristal asam oksalat ini dengan
rekristalisasi kembali di dalam air panas.
PERMASALAHAN:
1.
Faktor-faktor yang mempengaruhi asam oksalat pada proses pembuatannya adalah?
2.
apa pengaruh apabila dilakukan pengadukan yang cepat ?
3.
asam juga terdapat pada yang makanan yang banyak mengandung asam oksalat.
Apakah itu berbahay ?
Baiklah saya Nurhalimah (A1C118024) akan mencoba menjawab permasalahan no 1 yaitu Faktor-faktor yang mempengaruhi asam oksalat pada proses pembuatannya adalah? Faktor-faktornya yaitu :
BalasHapus1) Waktu Pemasakan
Waktu yang lama akan memperbesar kesempatan zat-zat pereaksi bersentuhan dan mengakibatkan asam oksalat yang diperoleh relatif banyak. Tetapi waktu pemasakan yang cukup lama akan menyebabkan hasil lanjut terhadap asam oksalat yang dihasilkan.
2) Suhu
Suhu berpengaruh pada konstanta kecepatan reaksi. Jika suhu tinggi, konstanta kecepatan reaksi semakin besar sehingga reaksi semakin cepat. Tetapi suhu yang terlalu tinggi akan menguraikan asam oksalat.
3) Volume Pelarut
Volume pelarut yang semakin banyak akan memperluas gerakan molekul-molekul yang ada sehingga hasil yang diharapkan semakin banyak. Tetapi volume pelarut yang terlalu banyak akan mengurangi hasil yang diinginkan, karena asam oksalat akan terurai lebih lanjut menjadi CO2 dan H2O.
Wisliana (A1C118060)
BalasHapus2. Tidak. Karena yang mempengaruhi dalam pembuatan asam oksalat ini adalah waktu pemanasan, suhu dan volume pelarut.
Saya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan nomor 3.
BalasHapusAsam oksalat yang terdapat pada makanan sangat berbahaya bagi kesehatan apabila terlalu banyak mengonsumsinya. Contohnya asam oksalat yang terdapat pada sayuran. Zat ini dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan seperti batu ginjal dan berbagai jenis nyeri. Asam oksalat bersama dengan kalsium dalam tubuh manusia membentuk senyawa yang tak larut dan tak dapat diserap tubuh. Senyawa ini berupa kristal seperti halnya jarum-jarum tajam yang tertanam pada diri dalam jaringan dan dapat menyebabkan sakit yang luar biasa.
Semoga membantu :)